26 April 08
Banyak hal bisa kuatasi dengan baik sudah. Tapi sepertinya yang satu ini tidak: feeling lonely. Rasa ini benar-benar menyiksaku tanpa aku bisa bernegosiasi sedikitpun dengannya. Seperti halnya hari itu, beberapa waktu yang lalu.
Dia sudah menyemburat sejak padi di hari Sabtu (celaka, rasa ini biasanya muncul ketika weekend tak ada kawan menemani). Semakin siang, semakin kencang dia menghajarku tanpa ampun. Bikin aku sesak.
Kucoba mengatasi. Kulibatkan Bon Jovi diantara aku dan rasa sepi itu. Tak berhasil. Kucoba dengan Rolling Stones. Tak juga berhasil. Begitu juga Santana. Tak satupun dari mereka yang bisa kuajak berkolaborasi mengalahkan feeling lonely-ku itu. Oke, kubaca buku. Edan, tak teratasi juga. Kupejamkan mata, menggapai imajinasi untuk menimbulkan kegaduhan. Gagal total. Entahlah, sepertinya semua sedang bersekutu mengurungku dalam sepi yang tak tak terperikan. Oke, aku menyerah. Kutinggalkan rasa sepi itu sendiri, kukurung dalam kamarku. Aku tak tahan berhadapan dengannya. Aku pergi!
Hari ini, weekend kembali tak berkawan. Aku tak mau ketemu lagi dengannya karena aku belum tahu cara untuk berdamai dengannya. Maka, akupun pergi sebelum dia datang. Menghindar? Iya! Tak ada salahnya menghindar. Kucari pantai. Yang dekat-dekat saja. Lagi males jalan jauh. Pantai nan sepi dan teduh dimana hanya ada suara ombak disitu. Dan aku hanya ingin duduk, mendengarkan ombaknya, menyerahkan tubuhku pada angin, sambil kulanjutkan membaca buku 3 dari tetralogi ini. Sebuah keinginan yang begitu sederhana, kan?!
Biarpun sepi, alam terbuka tak pernah membuatku merasa kesepian. Maka, sebuah balai bengong tempat aku duduk menghadap pantai dengan ombak yang sepertinya asyik buat berselancar, semilir angin dan sebuah bukupun menjadi kawan baikku hari ini. Seharian. Ya, seharian penuh mereka bersamaku, diselingi interupsi satu dua pertanyaan dari satu dua orang yang datang kesitu dan 4 SMS dari 3 orang kawan (gender disaggregated data itu penting, kawan! :p Maka biarlah kusebutkan mereka ini: 2 perempuan dan 1 laki-laki):
“Hai.Lagi ngapain?” (Lagi berkolaborasi dengan pantai,ombak, angin, balai bengong, dan buku)
“Aku lagi kepikiran buat kabur lagi ke Bali” (Ayo aja. Bali memang tempat kabur yang menyenangkan. Jadi tunggu apa lagi?)
“Kapan kamu ke Jogja lagi? Aku pengen ke Jogja juga. Ih, aku kok aku jadi pengen kemana-mana” (Kemana-manalah selagi kamu masih bisa kemana-mana. Aku ke Jogja tanggal 30 ini, sampai 2 Mei. Ayo join..”)
“celsi x mancester, birmingham x liverpool, westham x newcaste, sunderland x midlesbrough…pilih mana…?”
Ahaaaa….kawan satu ini, rupanya sudah menjadikan aku yang nihil tentang dunia sepakbola ini sebagai narasumber persepakbolaan yang handal. Dalam 2 pertandingan terakhir, kawan ini kalah bertaruh gara-gara mengabaikan aku yang ‘hanya’ mengandalkan feeling semata. Dan celakanya, feelingku bagus (ah, jangan-jangan mereka menang karena sudah kutebak menang dengan feelingku, kawan??!! Kualirkan energi positif dalam tebakanku… Feeling oh feeling…).
Maka kujawablah kawan itu, lagi-lagi dengan feelingku: celsi, liverpool, newcaste, sunderland. MERDEKA!!! (mari kita lakukan uji feeling!).
Menjelang sore ketika orang-orang mulai berdatangan, saat itulah aku bersiap-siap memisahkan diri dengan pantai, ombak, dan angin, tentu saja setelah berucap terimakasih telah menemani dan sampai jumpa. Aku tak suka kegaduhan orang-orang di pantai.
Dan buku 3pun selesai sudah kubaca!
******
PS.
Jadi mbak Ani, kalau kau tanya apakah aku tak pernah kesepian disini, jawabnya tegas, “jelas pernah!”.
Jadi mbak Tari, kalau ada orang yang membatalkan rencananya berweekend denganku, jangan dikira itu tak berarti apapun bagiku :p
Sunday, 27 April 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
Memang kesepian itu harus dijadikan kawan, tidak dilawan. So, kalau aku kabur ke Bali akhir minggu ini gimana? Kau harus menyediakan panitia penjemputan, katering terbaik di kost-mu, suasana yang mendukung bagiku untuk kerja selama weekend plus... televisi mati selama aku disana. Haha mati kau.:-P
no problemo sama sekali!! Tim penjemput: ketua merangkap anggota, pake motor. Katering terbaik bertebaran. Dan..TV bakalan mati karena aku memang nggak punya TV. Piye jal??
Post a Comment