Saturday, 31 May 2008

Bu Ayu

Kami memanggilnya bu Ayu. Dialah yang tiap pagi dan siang dengan setia menyediakan kopi dan/atau teh buat kami seisi kantor ini, menyapu dan mengepel lantai, membersihkan kaca, dll (terimakasih banyak bu Ayu!). Dan aku pikir dialah yang paling sehat diantara semua penghuni kantor yang hanya 12 ekor ini (6 perempuan dan 6 laki-laki! Gender balance, kan? Dengan top decision maker seorang perempuan. See...). Bayangin, dalam waktu sehari dia bisa naik turun tangga dari lantai 1 ke lantai 3 sebanyak 10-15 kali mungkin. Dan tak sedikitpun dia terlihat ngos-ngosan. Coba aku yang disuruh begitu, kujamin 2 kali aja aku sudah tepar. Selain itu rasanya dia juga yang paling jarang mengambil cuti. Dia hanya serius ambil cuti kalau ada upacara agama saja. Selebihnya, dia nggak cinta cuti. Katanya, cutinya tahun lalu saja masih sisa sekian hari hangus, sementara yang lain pada kekurangan hari cuti, termasuk saya. Oh bu Ayu, andai saja sisa hari cuti ibu bisa disumbangin ke saya….

“Ngapain saya di rumah kalau saya cuti?” Pertanyaan yang aku nggak bisa jawab tentu saja.

Suatu hari, aku mendapati bu Ayu dengan suara yang lain dari biasanya: suara serak mau flu. Dan ini sebetulnya bukan yang pertama kali aku mendapati bu Ayu dalam keadaan begitu. Dan bukan pertama kalinya pula aku bilang ke bu Ayu supaya istirahat aja di rumah. Sepertinya hanya ketika bu Ayu sakit yang nggak kuat dia tahan saja dia baru mau ambil cuti sakit (ah, coba aku yang diminta untuk istirahat di rumah saja, langsung kuiyakan dengan senang hati tanpa tunggu ‘perintah’ kedua). “Siapa nanti yang bikinin kopi mbak?”. Waduh ibu, jangan kuatir. Pertama, akan ada volunteer yang melakukan itu (mmmm… mungkin Ery atau Tono, karena yang lain kayaknya nggak bisa diharapkan dalam hal ini…). Kedua, bikin sendiri-sendiri dong…Atau ketiga, nggak usah minum kopi dulu selama ibu istirahat di rumah. Tertawa dia. Dan dari situ aku tahu, ketiga alternatifku itu nggak dia terima, meski dia nggak jawab gitu. Bu Ayu tetep aja bekerja….

“Saya di rumah juga nggak bisa istirahat nanti, mbak. Malah lebih capek, kerjaan lebih banyak…” Oh my God! Jawaban spontan itu mengingatkan aku pada jutaan perempuan lain. Dan dalam kadar tertentu, akupun sebagai perempuanpun sesungguhnya juga mengalami apa yang dikatakan bu Ayu. Kalau ada di rumah, mana sempat perempuan bisa duduk? Tapi bu, kalau ibu kerja di kantor ini, nanti habis dari kantor bukannya ibu masih harus ngerjain semua kerjaan rumah yang siangnya nggak bisa dikerjakan karena ibu kerja di kantor ini?

Aku sangat berharap bu Ayu (dan berjuta-juta ‘bu Ayu lain’) menjawab gini, “Tentu saja tidak. Saya dan suami saya yang juga kerja di kantor lain, akan bareng-bareng ngerjain semua kerjaan rumah yang kami tinggal selama kami kerja di luar rumah”. Tentu saja harapanku itu masih jauh dari kenyataan. Oh wonderful world…when are you coming?


Friday, 30 May 2008

love disaster

29/05/2008 23:01
I thought I was strong.. I m really broken hearted, sekarang aku nyerah. Tp aku nyerah krn rasioku udah jalan..

Gitu kata seorang kawan baik. Hhmm…nyerah! I thought you never give up.. sambil diam-diam aku sangat ingin tahu siapa dan kayak apa dia yang sudah bikin hatinya patah.

Katanya lagi…

29/05/2008 23:13
Aku selalu jatuh pada the impossible, the challenging, the weird, the the lain yang pada akhirnya cuma berujung pada perasaan gagal u menaklukkan semua itu, bukan orangnya. Orangnya sama weirdnya dg aku, I think we both could make a love disaster ha2 ini boleh kau posting di blogmu

Love disaster! Why not?? So that I would have a very good reason for coming there: emergency response!! Tunggu… tapi menurutku, orangnya itu tadi itu tadi tetap menjadi ‘komponen’ penting sebagai personifikasi atas the challenging dan lain-lain itu tadi, kawan.

Ah, sebentar kamu juga akan menemukan orang lain untuk menyambung kembali hatimu yang patah!! So just enjoy... :-)

Wednesday, 28 May 2008

udah penjahat, patriakh, gangguan jiwa pula!!

..................
..................
iput_07: mbak
life adventure: heyy aku lg baca itu blog. Ngapa?
iput_07: tanya nih
iput_07: soal sex abuse to children
life adventure: kenapa?
iput_07: menurutmu
iput_07: pelaku sex abuse itu siapa?
life adventure: penjahat hehehe...
iput_07: aku melihat bahwa ada perbedaan persepsi
iput_07: antara psikolog dan aktivis perempuan
life adventure: apa kt psikolog dan apa kt aktivis perempuan?
iput_07: psikolog bilang, pelakunya mengalami gangguan jiwa
iput_07: pedophilia, psikopat, dsb
iput_07: aktivis perempuan bilang, itu mitos
iput_07: pelakunya sehat normal bahkan berpendidikan
iput_07: karena itu bagian bentuk dominasi laki-laki terhadap perempuan
iput_07: jadi yang satu bilang karena kondisi jiwa, klinis, yang satu bilang budaya'
life adventure: klo psikolog yg aktivis perempuan atau aktivis perempuan yg psikolog...bilang apa ya kira2?
iput_07: nah
iput_07: makanya aku tanya dirimu
life adventure: :D
iput_07: kalo dari sudut antropologi bisa dijelaskan, aku juga tertarik mengetahuinya
life adventure: pasti akan lain juga kalo dr sudut kriminologi, sejarah, ekonomi, etc huhu..
life adventure: tapi kira2..
life adventure: orang itu tu... penjahat patriakh yg mengalami gangguan jiwa heheheh
iput_07: jadi soal gangguan jiwa itu bukan mitos kan??
iput_07: aku baca di rilisnya LBH APik begitu
life adventure: kalo menurutku bukan mitos ssiiihhh
iput_07: atau karena byk pelaku yg diselamatkan oleh psikolog yg mendiagnosa itu kelainan jiwa?
life adventure: waaa... kalo aku ogah menyelamatkan itu penjahat..
iput_07: maksudnya?
life adventure: ilmu psikologi memang buta gender..
life adventure: plus hukum yg juga buta gender..
life adventure: jadilah deh penjahat2 macam itu 'selamat'
life adventure: aku akan bilang, "meski org ini mengalami gangguan jiwa, bukan berarti dia bisa bebas dari hukuman"
iput_07: lifeisadventureima: ilmu psikologi memang buta gender..<===maksudnya?
life adventure: mmm..
life adventure: tidak punya perspektif gender..
life adventure: penggalian ke "riwayat" gangguan jiwa dan pandangan tentangnya tak pernah menyentuh peran2 gender ...
life adventure: tak pernah menyentuh aspek budaya patrarkhi
life adventure: tak pernah menyentuh ketimpangan gender..
life adventure: karena relasi kuasa yang timpang
life adventure: gitu deeehhh
life adventure: btw rilis LBH APIK bilang gimana?
iput_07: Sering orang beranggapan bahwa orang yang mampu melakukan perbuatan itu pada anak-anak adalah orang yang punya penyakit kelainan jiwa (psikopat). Mitos ini masih dipercayai banyak orang sampai saat ini, padahal kenyataannya kebanyakan pelaku adalah seorang yang normal dan bahkan berpendidikan tinggi.
iput_07: padahal psikopat memang boleh jadi berpendidikan tinggi
iput_07: :D
iput_07: makanya, analisa itu bias psikologi di satu sisi
iput_07: meski berusaha menunjukkan keberpihakan di sisi lain
life adventure: hehehe.. itulah.."normal" bisa punya banyak arti ya..
................
................

Wednesday, 21 May 2008

life is....

kata John Lenon, what happens while we are busy making plans!
"Exactly, John!!"

Wednesday, 7 May 2008

matahari terbit dan tenggelam

Seorang kawan memberitakan:

6 Mei 2008 18.03
"sy sekarang lg berada di depan danau tondano. Dari depan jendela ruang tamu, sy bisa melihat danaunya. Bsk pagi sy akan melihat sunrise"

Esok paginya...

"Sial!! Aku keluar kamar kesiangan pdhl bangunku sudah pagi. Tp aku msh dptkan ft sunrisenya kok, cm sialnya langitnya sdh terang"
(pelajaran 1: pagimu belum tentu pagiku, kawan. Pagimu juga pasti belum tentu paginya matahari!)

Sorenya...

Kawan ini menelponku, mengatakan dengan suara sumringah - sehingga sayapun terkena imbas sumringah - bahwa dia masih di tempat itu dan siap menghadang sunset. Berapa lama setelah teleponya...

"Ternyata disini bukan danau sunset. Sy sudah turun-turun. Sunsetnya ada di blk bukit. Berarti ada disisi lain" (pelajaran 2: meskipun judulnya sunset, kau tak perlu turun-turun begitu untuk mendapatkannya!)

Maka, kujawablah dia: "Lha iya...matahari gak mungkin terbit dan tenggelam di tempat yang sama kan?" (pelajaran 3: kalau matahari terbit dan tenggelam di tempat yang sama, itu pasti sebuah "anomali" yang maha luar biasa!!)

:-) :-) :-)

Monday, 5 May 2008

anak-anak bicara reproduksi

satu
“Tante, aku tahu kalau sperma tu punya’nya laki-laki, sel telur tu punya’nya perempuan…tapi, dimana mereka ketemunya ya??!!!”

dua
Ini percakapan antara 2 bocah perempuan bernama Sukma (5) dan Lia (4) - mereka bertentangga - pada sebuah siang:
Lia : …aku punya adik
Sukma : aku tu juga punya adik tapi masih lama banget.
Lia : kok lama kenapa?
Sukma : soalnya ibuku belum hamil.